Manager PKS PT SJI Ketakutan, Saat Dinas LH Ambil Sampel Limbah

Diterbitkan pada Jan 4 2017 - 21:23:50 oleh Syaiful Rahman
Petugas Dinas LH Rohul, Nasukha dan anggota DPRD Rohul, Abdul Masykur berbincang dengan Manager PKS PT SJI Nusa Coy Anal Ridwan Sirait (helm kuning) tentang dugaan pembuangan limbah

Petugas Dinas LH Rohul, Nasukha dan anggota DPRD Rohul, Abdul Masykur berbincang dengan Manager PKS PT SJI Nusa Coy Anal Ridwan Sirait (helm kuning) tentang dugaan pembuangan limbah

KEPENUHAN – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hulu, Rabu (4/1/2017) turun kelapangan mengambil sampel limbah cair dan air sungai Batang Lubuh di Desa Ulak Patian Kecamatan Kepenuhan yang diduga tercemar akibat pembuangan limbah cair Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sumber Jaya Indah Nusa Coy.

Pengambilan sampel limbah dan air sungai Batang Lubuh itu, langsung turun Kasubid Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Rohul Muzayyinul Arifin didampingi Kepala Laboratorium Dinas LH Rohul Nasukha SP.

Turut disaksikan langsung oleh Manager PKS PT SJI Nusa Coy Anal Ridwan Sirait, Anggota DPRD Rohul Abdul Masykur, Babinsa Ulak Patian Tamrin, perwakilan Tokoh Masyarakat Ulak Patian Supardi.

Pantauan Riauposting.com, terlihat petugas Dinas LH Rohul yang turun kelapangan, mengambil sampel limbah PKS PT SJI Nusa Coydi di kolam pembuangan limbah dekat pipa, kemudian pengambilam sampel air yang telah berubah warnanya kehitam-hitaman didekat areak PKS tepatnya didekat pembuangan tangkos.

Kemudian pengambilan sampel air di hulu dan hilir Sungai Batang Lubuh di Desa Ulak Patian yang bermuara kea rah Desa Rantau Binuang Sakti.

Kepala Laboratorium Dinas LH Rohul Nasukha SP kepada wartawan, Rabu (4/1) menyebutkan, pengambilan limbah di dekat kolam dan parit yang tidak jauh dari pembuangan tangkos itu, karena aliran air parit yang bercampur limbah sawit itu bermuara ke sungai batang lubuh.

Maka dari itu, pihaknya mengambil sampel dari titik tersebut, dengan tujuan untuk melakukan pengecekan kadar dari limbah PT SJI Nusa Coy itu di Laboratorium.

Dia mengaku, dari pengaduan masyarakat Ulak Patian kepada Dinas Lingkungan Hidup Rohul, ada beberapa dampak negatif yang ditimbulkan. Dimana saluran pembuangan dari Ipal ini belum ada yang dibuang, disebabkan kolam ipal tersebut belum penuh.

Tetapi kenyataan dilapangan, menurut pengaduan masyarakat, adanya rembesan limbah cair ke dalam parit yang bermuara ke sungai yang selama ini, air sungai dimamfaatkan untuk air bersih dan MCK.

Nasukha mengatakan, pihaknya juga mengambil sampel air sungai Batang Lubuh di Desa Ulak Patian untuk diuji di laboratorium didua titik yakni dibagian hulu sungai yang airnya belum tercemar dan sungai bagian hilir yang diduga telah tercemar akibat rembesan limbah cair PKS tersebut.

“ Sampel yang kita ambil dilapangan, akan dijadikan sebagai alat bukti, bahwa ada atau tidak pengaruhnya air sungai itu, akibat adanya pembuangan limbah ke parit yang bermuara ke aliran sungai besar. Kalau bagian hulu sungai ini, airnya belum tercemar. Kalau bagian hilir sungai, warna air sudah berubah. Dua sampel ini akan menentukan apakah memang air limbah itu sesuai baku mutu. Kalau tidak sesuai, berkemungkinan besar ini adalah pencemaran,” katanya.

Disinggung apakah Sampel limbah dan air sungai Batang Lubuh yang diduga tercemar dari limbah cair PKS PT SJI Nusa Coy, Nasukha mengaku, ia akan melakukan koordinasi dengan pimpinannya, mengenai sampel itu apakah diuji di laboratorium kabupaten atau dibawa ke tingkat provinsi Riau.

“ Kalau memang nanti pimpinan menyarankan harus dibawa ke provinsi, maka sampel itu akan di uji di laboratorium Provinsi Riau. Bila ditingkat kabupaten , laboraotirum hanya pengecekan air yang tercemar, hanya sekedar menentukan kadar air. Karena laboratorium kabupaten kita belum terakredetasi dari Komite Akredetasi Nasional dibawah Badan Sertifikasi Nasional,” tuturnya.

Ditempat terpisah, Manager PKS PT SJI Nusa Coy Anal Ridwan Sirait kepada wartawan, Rabu (4/1) menyatakan, untuk permasalahan permohonan izin pembuangan limbah cair,  pihaknya telah menyampaikan ke Direksi yang berada di Medan. Tindaklanjutnya, pihak Direksi telah membentuk Tim dalam pengurusan Izin Pembungan Limbah Cair ke Pemkab Rohul.

“ Izin pembuangan limbah cair sekarang dalam proses di Dinas Lingkungan Hidup Rohul. PKS PT SJI beroperasi Agustus 2016 lalu. Memang ada rembesan limbah cair di empat kolam ketika hujan lebat yang mengalir ke Parit hingga menuju ke sungai besar. Kita evakuasi dengan berupaya menutupi rembesan dengan tanah mengguanakan alat berat (loader). Kebetulan sebulan terakhir ini alat berat kita mengalami rusak,” akui Manager pengelolaan limbah cair di kolam yang ada belum memenuhi standar.

Disebutkannya, PKS PT SJI Nusa Coy dalam sehari bisa memproduksi 800-900 ton CPO perhari. Namun limbah cair yang merembes, pada prinsipnya perusahaan akan membenahi, kendati dirinya mengetahui ada sanksi pidana dan denda akibat kelalaian perusahaan dalam pengelolaan limbah cair yang belum mengantongi izin.

Diskusi Pembaca

komentar

Tinggalkan Respon