Dalam Rangka Mewujudkan Tema Back To Basic, KUD BBL Ulakpatian Gandeng Tiga Perbankan

Diterbitkan pada Feb 5 2017 - 12:38:32 oleh Syaiful Rahman
Kabid Koperasi dan UKM, Qomariah SE usai meresmikan Kantor baru KUD BBL foto bersama dengan pengurus dan anggota koperasi

Kabid Koperasi dan UKM, Qomariah SE usai meresmikan Kantor baru KUD BBL foto bersama dengan pengurus dan anggota koperasi

ULAKPATIAN – Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Unit Desa (KUD) Bangun Bonai Lestari (BBL), Desa Ulakpatian, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Sabtu (4/2/2017) pagi.

Bertempat di Kantor KUD BBL‎, RAT ini mengangkat tema “Back To Basic dalam rangka penguatan ekonomi masyarakat” dibuka langsung Kepala Dinas Koperasi UKM Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Herry Islami ST MT melalui Kabid Koperasi dan UKM, Qomariah SE di Aula Kantor KUD Bangun Bonai Lestari berjalan dengan baik, aman dan lancar.

Pelaksanaan RAT KUD Bangun Bonai Lestari Desa Ulakpatian ini dihadiri oleh, Kepala Dinas Koperasi UKM Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Rohul yang diwakili oleh Kabid Koperasi dan UKM, Qomariah SE, Kepala Desa Ulakpatian, Syamsul Bahri, BPD Desa Ulakpatian, Abu Bakar, Tokoh Adat, Tokoh ulama dan masyarakat serta ratusan anggota KUD Bangun Bonai Lestari.

Bersempena dengan RAT ini, Kabid Koperasi dan UKM mewakili kepala Dinas Koperasi UKM Transmigrasi dan Tenaga Kerja Rohul, Herry Islami ST MT meresmikan kantor baru KUD BBL Desa Ulakpatian, Kecamatan Kepenuhan.

Kabid Koperasi dan UKM, Qomariah dalam sambutannya mengharapkan momentum RAT tahun buku 2016 harus dimanfaatkan oleh seluruh anggota koperasi untuk menyampaikan segala bentuk pendapatnya demi kemajuan KUD BBL Desa Ulakpatian ini.

Menurut Qomariah, keputusan tertinggi dalam perkoperasian yakni ada ditangan anggota, untuk itu dirinya berharap semua unek-unek atau masalah yang selama ini menjadi tanda tanya, dapat ditanyakan kepada pengurus. Sehingga dapat dicarikan solusi secara bersama-sama.

“ Pada hakekatnya didirikan koperasi ini tak lain hanya untuk mensejahterakan anggota. Untuk itu segala bentuk kebijakan yang diambil pengurus harus terlebih dahulu dimusyawarahkan oleh seluruh anggota koperasi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua KUD Bangun Bonai Lestari, Saiful Anuar, mengatakan pada RAT tahun buku 2016 ini, ada dua jenis usaha yang dilakukan, yakni Usaha kebun kepala sawit dengan pola kemitraan KKPA dengan PT PISP2 dan usaha simpan pinjam. Dengan luas lahan pola KKPA sekitar 1.002 Hektar dan jumlah anggota 346 orang.

Saiful didampingi Sekretaris KUD BBL, Azwir dan Bendahara KUD BBL, Muhammad Edi SH menerangkan, pada usaha kebun kelapa sawit, KUD Bangun Bonai Lestari ini mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp93,070 juta dan untuk usaha simpan pinjam memperoleh Rp45,543 juta.

“ Alhamdulilah, sepanjang tahun 2016 ‎KUD Bangun Bonai Lestari mendapatkan penghasilan bersih Rp653,754 juta dan berdampak pengasilan anggota mencapai Rp3 juta keatas setiap anggota per kavlingnya,” tutur Saiful.

Selanjutnya, untuk tahun buku 2017 mendatang, KUD BBL akan mengembangkan usaha-usaha baru dengan bertemakan  Back To Basic dalam rangka penguatan ekonomi masyarakat. Dengan cara memperkuat Empat pilar ekonomi, melalui bidang Peternakan, Perikanan, Perkebunan dan Pertanian.

“ Kita sudah menggandeng tiga perbankan, untuk mengembangkan usaha melalui program penguatan ekonomi masyarakat diantaranya yaitu, BRI, Bank Riau Kepri dan PT Permodalan Ekonomi Rakyat ,” jelasnya.

RAT KUD BBL Desa Ulakpatian tahun buku 2016

RAT KUD BBL Desa Ulakpatian tahun buku 2016

Ditempat yang sama, Ketua Badan Pengawas KUD BBL, Mukhsin SPi mengapresiasi apa yang selama ini sudah dijalankan oleh pengurus koperasi. Terlebih lagi mengenai program penguatan ekonomi masyarakat. KUD BBL ini sangat komit untuk mengembangkan usaha yang lebih besar dengan memanfaatkan lahan yang ada sebesar 1.055 hektar. Hal ini akan dijadikan satu-satunya usaha peternakan yang ada di lahan kemitraan seperti pola KKPA dan Pola PIR.

“ Untuk ini tidak tertutup kemungkinan bagi investor yang ingin bermitra dibidang peternakan, sayang sekali lahan yang sangat luas itu tidak dimanfaatkan, andaikan itu dimanfaatkan tentunya sangat menguntungkan bagi anggota koperasi. Jika itu terlaksana maka KUD BBL lah satu-satunya yang membuat program-pragram tersebut di indonesia yakni, dengan memanfaatkan lahan kemitraan tersebut untuk usaha lain seperti, peternakan,” papar Mukhsin.

Menurut Mukhsin, program ini merupakan trobosan baru yang dilakukan pengurus karena melihat adanya peluang usaha baru untuk mengembangkan usaha di koperasi, dimana koperasi tidak hanya berputar di usaha simpan pinjam dan kemitraan pola KKPA saja, namun lebih ke bidang ekonomi masyarakat.

“ Saya melihat saat ini pengurus Koperasi sudah berpikir jauh dalam menghadapi tantangan-tantangan kedepan. Terutama program ekonomi kerakyatan. Meski mendapat pro dan kontra dari masyarakat namun akhirnya anggota dapat menerimanya, karena dampaknya akan dirasakan oleh anggota juga,” ungkapnya.

Diskusi Pembaca

komentar

Tinggalkan Respon